https://lisaslegacy7.org/ – MBTI – Mungkin Anda pernah mendengar seseorang merujuk pada diri mereka sebagai ESFJ, ENTJ, atau ISTP. Ini menunjukkan bahwa mereka baru saja menggambarkan tipe kepribadian mereka berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator atau MBTI. Untuk informasi lebih lanjut tentang MBTI, mari kita telusuri artikel ini.
MBTI, yang merupakan singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, adalah sebuah tes yang dirancang untuk memberikan gambaran umum tentang kepribadian seseorang, termasuk kekuatan dan preferensi mereka. Dikembangkan berdasarkan teori kepribadian Carl Jung, tes MBTI ini diciptakan oleh dua psikolog, Isabel Myers dan ibunya, Katherine Briggs, pada tahun 1940-an.
Skala Tes MBTI
Hingga saat ini, MBTI tetap menjadi salah satu tes kepribadian yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Untuk menjalani tes MBTI, seseorang diharuskan menjawab sejumlah pertanyaan yang dikategorikan dalam 4 skala yang berbeda, yakni:
Extraversion (E) – Introversion (I)
Ini adalah skala pertama dalam tes MBTI. Skala ini berfokus pada cara individu merespons dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Tipe kepribadian yang bersifat extravert atau ekstrovert menggambarkan individu yang cenderung terbuka, gemar berinteraksi sosial, dan merasakan peningkatan energi setelah berada di tengah kerumunan orang.
Di sisi lain, tipe introversion atau introvert mengacu pada individu yang lebih tertutup, menikmati interaksi sosial yang mendalam, merasakan pemuasan energi saat berada sendirian, dan kurang nyaman dalam situasi sosial yang melibatkan banyak orang.
Sensing (S) – Intuition (N)
Sensing dan intuition adalah dua dimensi yang menggambarkan bagaimana individu mengumpulkan dan mengolah informasi dari dunia sekitarnya.
Sensing mencerminkan preferensi seseorang dalam memberikan perhatian pada fakta-fakta atau realitas yang dapat diamati. Oleh karena itu, individu dengan tipe sensing merasa nyaman saat mereka terlibat secara langsung dalam situasi aktual dan praktis untuk memahami hal-hal baru.
Sebaliknya, intuition mencerminkan preferensi seseorang untuk informasi yang lebih teoritis dan abstrak. Dalam proses mengumpulkan dan mengolah informasi, individu dengan tipe intuition lebih cenderung mempercayai intuisi mereka untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.
Thinking (T) – Feeling (F)
Skala ketiga ini diterapkan untuk mengevaluasi cara seseorang dalam membuat keputusan, yang didasarkan pada informasi yang telah mereka kumpulkan dari dimensi sebelumnya.
Individu dengan tipe thinking cenderung membuat keputusan dengan mengutamakan fakta dan data objektif, seperti pengalaman pribadi mereka atau pengalaman orang lain. Dengan pendekatan ini, keputusan yang dihasilkan diharapkan memiliki sedikit kesalahan, adil, dan tidak memihak.
Sementara itu, feeling mencerminkan kecenderungan seseorang untuk membuat keputusan dengan memperhatikan nilai-nilai emosional dan mempertimbangkan perasaan serta keadaan orang-orang di sekitar mereka. Individu dengan tipe feeling sering berupaya memastikan bahwa keputusan mereka tidak akan menyakiti atau merugikan orang lain.
Judging (J) – Perceiving (P)
Skala keempat dalam tes MBTI adalah judging dan perceiving. Skala ini mencerminkan cara individu menjalani kehidupan mereka.
Judging mengindikasikan bahwa seseorang memiliki kecenderungan untuk bersikeras dan sulit untuk mengkompromikan nilai-nilai, keyakinan, atau rencana yang telah mereka tetapkan.
Sebaliknya, individu yang cenderung ke arah perceiving cenderung lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, terutama ketika mereka dihadapkan pada hal-hal yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
16 Tipe Kepribadian MBTI
Setelah menjalani tes, kamu akan menerima kombinasi huruf yang mencerminkan kepribadian yang paling dominan pada setiap skala. Sebagai contoh, apabila hasil tes MBTI menunjukkan INFJ, ini menandakan bahwa kamu memiliki sifat Introvert, Intuitive, Feeling, dan Judging.
Selanjutnya, kombinasi 4 dimensi kepribadian ini akan menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda, yaitu:
1. ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging)
Orang-orang yang memiliki kepribadian ISTJ cenderung menjadi individu yang introvert, serius, namun sangat tekun, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan. Mereka juga memiliki dorongan untuk menjaga ketertiban dan keteraturan dalam berbagai aspek hidup mereka, sehingga sering dikenal sebagai ‘Si Perencana yang sangat terorganisir’.
2. ISTP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)
Sementara individu dengan tipe kepribadian ISTP cenderung realistis, logis, spontan, dan fokus pada situasi saat ini. Mereka memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan masalah dan mengatasi krisis, dan sering disebut sebagai ‘Si Mekanik’ atau ‘Si Pengrajin’.
3. ISFJ (Introverted, Sensing, Feeling, Judging)
Kepribadian ISFJ adalah salah satu tipe yang paling umum. Orang-orang dengan tipe ini dikenal karena kepedulian mereka, kehangatan, dan kemampuan mereka membawa ketenangan kepada orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka sering disebut sebagai ‘Si Pelindung’.
4. ISFP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)
Sedangkan, individu dengan tipe kepribadian ISFP biasanya memiliki kemampuan untuk menciptakan kenyamanan bagi orang lain, peduli pada kebutuhan orang lain, sangat bersemangat, dan kreatif. Mereka juga sering memiliki bakat di bidang seni dan dikenal sebagai ‘Si Seniman’ di antara tipe-tipe lain.
5. INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, Judging)
INFJ, sering disebut sebagai ‘Sang Penasihat,’ adalah salah satu tipe kepribadian yang paling langka. Mereka cenderung sangat mendukung, empati, dan suka membantu orang lain. Idealisme mereka sering mendorong mereka untuk berkontribusi dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang.
6. INFP (Introverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)
Orang dengan kepribadian INFP seringkali adalah individu yang idealis, perfeksionis, dan memiliki perhatian yang tinggi terhadap aspek kemanusiaan. Mereka juga pandai dalam berperan sebagai mediator ketika terjadi konflik, sehingga mereka dikenal sebagai ‘Si Mediator’.
7. INTJ (Introverted, Intuitive, Thinking, Judging)
Kepribadian INTJ sering kali mencirikan individu yang kreatif dan analitis. Mereka memiliki kemampuan untuk merancang strategi dan perencanaan, serta mampu menciptakan solusi inovatif untuk berbagai masalah. Karena itu, mereka dikenal sebagai ‘Si Ahli Strategi’.
8. INTP (Introverted, Intuitive, Thinking, Perceiving)
Orang-orang dengan kepribadian INTP sering dikenal sebagai ‘Si Logis’ atau ‘Si Pemikir’ karena mereka cenderung memiliki pemikiran yang rasional, analitis, dan wawasan yang luas. Namun, individu INTP tidak selalu menyukai aturan dan perencanaan; sebaliknya, mereka lebih suka memiliki banyak pilihan dalam menghadapi situasi.
9. ESTP (Extroverted, Sensing, Thinking, Perceiving)
Individu ESTP umumnya sangat bersahabat, antusias, dan pandai berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga memiliki kemampuan memengaruhi orang lain dan dapat berpikir serta bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga sering dikenal sebagai ‘Si Pembujuk’.
10. ESTJ (Extroverted, Sensing, Thinking, Judging)
Kepribadian ESTJ sering disebut sebagai ‘Si Pengarah yang tegas’ karena mereka dikenal akan kemampuan mereka dalam mengorganisir dan memimpin. Kemampuan ini berasal dari sifat tegas, teliti, disiplin, ketaatan pada aturan, dan tanggung jawab mereka.
11. ESFP (Extroverted, Sensing, Feeling, Perceiving)
Individu dengan kepribadian ESFP cenderung sangat ekstrovert. Mereka senang berinteraksi dengan orang lain dan sering menjadi pusat perhatian, sehingga dikenal sebagai ‘Si Penghibur’.
12. ESFJ (Extroverted, Sensing, Feeling, Judging)
Pribadi ESFJ sering digambarkan sebagai individu yang lembut, setia, ramah, dan terorganisir. Mereka suka membantu orang lain, terutama yang berada di sekitarnya, dan inilah sebabnya mereka disebut ‘Sang Pengasuh’.
13. ENFP (Extroverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)
ENFP disebut ‘Si Motivator’ karena mereka senang mengumpulkan berbagai ide positif untuk membantu orang lain dan mampu menularkannya dengan energi positif pada orang-orang di sekitar mereka.
14. ENFJ (Extroverted, Intuitive, Feeling, Judging)
Pribadi ENFJ dikenal dengan kemampuan mereka untuk membina persahabatan dengan berbagai jenis kepribadian, bahkan dengan yang paling tertutup. Mereka juga memiliki tingkat empati yang tinggi dan senang membantu orang lain mencapai tujuan mereka, sehingga disebut ‘Si Protagonis’.
15. ENTP (Extroverted, Intuitive, Thinking, Perceiving)
Individu dengan kepribadian ENTP sering diakui sebagai orang yang logis, cerdas, kreatif, dan memiliki kecenderungan untuk berdebat. Oleh karena sifat-sifat ini, mereka sering disebut ‘Si Pendebat’.
16. ENTJ (Extroverted, Intuitive, Thinking, Judging)
Sementara itu, individu yang memiliki kepribadian ENTJ cenderung menjadi individu ekstrovert yang tegas, percaya diri, dan blak-blakan. Mereka juga sering memiliki visi yang kuat, yang mengarahkan perhatian mereka ke masa depan daripada saat ini. Karena karakteristik ini, mereka sering dikenal sebagai ‘Sang Komandan’.
Penting untuk diingat bahwa Myers-Briggs Type Indicator atau tes MBTI bukanlah alat yang menilai benar atau salah. Sebaliknya, tes MBTI dirancang untuk membantu individu mengenali potensi dan keunggulan yang ada dalam diri mereka.
Namun, jika setelah menjalani tes MBTI kamu merasa kesulitan dalam memahami potensimu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog mengenai hal ini.
